Jarum jam tepat menunjukkan pukul 04.00 , pertanda bahwa
subuh sebentar lagi menjelang. Suasana ditempat ini sudah sunyi. Hanya tersisa
saya dan ryan (temanku, mantan wakil ketua saya di Humanis, bendahara di bem,
dan pengusaha muda di bidangnya) yang sibuk berselancar di Internet. Yaaah kami
berada di Warkop 17, sebuah warkop yang berada di depan Perumahan Telkomas di
Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar. Warkop ini telah di tutup beberapa jam yang
lalu, dan sampai sekarang sisa kami bedua yang masih tinggal untuk online di bagian
luar warkop ini. Bisa kalian bayangkan bagaimana kegilaan kami, menikmati dan
menghabiskan waktu di warkop.
Sabtu, 30 Mei 2015
Minggu, 10 Mei 2015
Bayang yang terlintas
Diposting oleh
AAzharM
,
di
23.30
Saat kau membuka mata
Ada setitik bayang yang kadang terlintas
mengitari langit-langit di ruang itu
hingga kau coba menangkap bayang itu
dengan rasa penasaran yang membumbung di dalam dada
memberi sesak dan sedikit tarikan nafas
Read more →
Ada setitik bayang yang kadang terlintas
mengitari langit-langit di ruang itu
hingga kau coba menangkap bayang itu
dengan rasa penasaran yang membumbung di dalam dada
memberi sesak dan sedikit tarikan nafas
Minggu, 19 April 2015
Aku harus Pulang
Diposting oleh
AAzharM
,
di
12.23
Setiap orang yang hidup pasti memiliki identitas kedaerahan atau daerah yang menjadi tempat kelahiran atau daerah yang menjadi hal penting dalam sejarah perjalanan hidupnya. Yaa banyak orang lebih senang menyebutnya tanah kelahiran. Secara administratif, saya lahir de sebuah daerah yang bernama Desa tritiro Kecamatan Bontotiro Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan. Suatu tempat yang sampai hari ini masih tetap dengan identitasnya yaitu Kampung. Lahir dan besar di kampung menjadi sebuah identitas yang melekat pada diri saya walaupun saat saya sementara berkelana di kota yang bernama makassar untuk merasakan bersekolah di Perguruan Tinggi. Sampai saat ini saya sudah menjalani 10 semester di salah satu kampus yang konon katanya terbesar se Indonesia Timur.
Banyak hal yang telah saya dapatkan selama 10 semester. Ilmu dan teman adalah 2 hal utama yang saya dapatkan yang suatu saat harus saya pergunakan sebaik-baiknya untuk cita-cita mulia sebelum saya meninggalkan kampung halaman, yaitu kembali untuk berkarya.
Aku harus pulang akan selalu melekat dalam jiwa sebagai alarm pengingat bahwa kau tak boleh lupa darimana kau berasal. Tapi berkelana di kota menjadi keharusan saat ini, mencari bekal untuk kembali berkarya. Sebagai daerah yang terkenal dengan perahu phinisinya dengan nenek moyang yang terkenal sebagai pelaut handal, tentunya ada pepatah yang sering dipedengarkan ketika masih kecil "Sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai". Yang mempunyai makna, bahwa sekali kau meninggalkan kampung halaman, jangan pulang sebelum membawa kabar gembira (kesuksesan). karena dari kesuksesan itulah yang akan menjadi awal dari niat suci untuk berkarya di tanah kelahiran tercinta.
Makassar, 20 Maret 2015
Read more →
Banyak hal yang telah saya dapatkan selama 10 semester. Ilmu dan teman adalah 2 hal utama yang saya dapatkan yang suatu saat harus saya pergunakan sebaik-baiknya untuk cita-cita mulia sebelum saya meninggalkan kampung halaman, yaitu kembali untuk berkarya.
Aku harus pulang akan selalu melekat dalam jiwa sebagai alarm pengingat bahwa kau tak boleh lupa darimana kau berasal. Tapi berkelana di kota menjadi keharusan saat ini, mencari bekal untuk kembali berkarya. Sebagai daerah yang terkenal dengan perahu phinisinya dengan nenek moyang yang terkenal sebagai pelaut handal, tentunya ada pepatah yang sering dipedengarkan ketika masih kecil "Sekali layar terkembang pantang biduk surut ke pantai". Yang mempunyai makna, bahwa sekali kau meninggalkan kampung halaman, jangan pulang sebelum membawa kabar gembira (kesuksesan). karena dari kesuksesan itulah yang akan menjadi awal dari niat suci untuk berkarya di tanah kelahiran tercinta.
Makassar, 20 Maret 2015
Bunga yang merekah
Diposting oleh
AAzharM
,
di
11.56
akulah aku yang masih meniti jalan
mencari benih yang bersemai dalam lamunan
membayangkan benih itu tumbuh
menjadi bunga yang merekah
hingga di suatu masa benih itu nyata adanya
tumbuh menjadi kuncup yang terlihat menawan
menaruh isyarat sebuah praduga
yang selalu menjadi tanya
untuk apa dan kenapa benih itu terlihat menawan
Makassar, 20 april 2015
@aazharm
Read more →
mencari benih yang bersemai dalam lamunan
membayangkan benih itu tumbuh
menjadi bunga yang merekah
hingga di suatu masa benih itu nyata adanya
tumbuh menjadi kuncup yang terlihat menawan
menaruh isyarat sebuah praduga
yang selalu menjadi tanya
untuk apa dan kenapa benih itu terlihat menawan
Makassar, 20 april 2015
@aazharm
Kamis, 26 Maret 2015
Bangkitlah gerakan dan lembaga mahasiswa Sospol Unhas
Diposting oleh
AAzharM
,
di
03.00
Pembicaraan mengenai gerakan mahasiswa dari masa ke masa seakan tidak pernah ada habisnya, menjadi candu yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Tapi semoga perbincangan itu selalu melahirkan solusi yang sifatnya solutif. Mahasiswa sebagai aktor Kepemudaan telah mengukirkan sejarah manis dalam perjalanan bangsa Indonesia. Tentu saja sampai hari ini, sejarah itu masih selalu menjadi penghias dalam setiap materi-materi kelembagaan khususnya yang terkait dengan gerak-gerak kemahasiswaan.
Selasa, 10 Maret 2015
Puisi - Menunggu
Diposting oleh
AAzharM
,
di
12.10
Aku selalu setia menunggu bulan yang terang
meskipun kutahu yang menantinya deretan bintang
karena kutahu bulan akan tetap menyinari malam
meski dia tahu banyak bintang
yang ingin berada disampingnya
Aku selalu sabar menunggu matahari
walaupun kutahu gelap malam akan mengambilnya
karena kutahu esok dia akan kembali bersinar
untuk memberikan terang benderang
Read more →
meskipun kutahu yang menantinya deretan bintang
karena kutahu bulan akan tetap menyinari malam
meski dia tahu banyak bintang
yang ingin berada disampingnya
Aku selalu sabar menunggu matahari
walaupun kutahu gelap malam akan mengambilnya
karena kutahu esok dia akan kembali bersinar
untuk memberikan terang benderang
Minggu, 08 Maret 2015
Cerpen : Rasa Yang Terlarang
Diposting oleh
AAzharM
,
di
11.23
Malam itu seperti biasanya, saya dan teman-temanku menikmati malam yang sunyi dengan penuh cerita canda dan tawa. Yaah beginilah nasib pemuda-pemuda di tanah rantau dengan penuh mimpi yang kuat di dalam dada.
Malam itu juga saya akan
meninggalkan kota ini sebut saja Kota Massara untuk melaksanakan sebuah kegiatan d luar daerah, yah
walaupun banyak orang yg mengatakan sangat rawan mengendarai kendaran bermotor
ke daerah tersebut di malam hari tapi saya dan teman-temanku tetap akan berangkat
malam ini juga. Udara dingin yg menusuk sampai ke tulang, angin yg cukup
kencang, dan langit mendung yang masih setia menunggu tak menghalangi niat kami
untuk berangkat malam itu.
Langganan:
Postingan (Atom)