Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerpen. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Oktober 2015

Pesan Satu Kata Diakhiri Tanda Tanya(?)

,
Kring.. kring… kring…
Terdengar bunyi telpon genggam anton di malam itu pertanda ada pesan singkat yang baru saja masuk. Seperti biasa dengan perasaan yang dihiasi dengan pikiran bahwa hanya ada dua kemungkinan kalau bukan pesan dari Provider pasti sms togel. Lantas dia langsung mengambil telpon genggamnya lalu membuka kunci telpon genggamnya dengan niat setelah melihat pesannya ingin langsung menghapusnya saja apalagi betul perkiraannya tadi
                                                                           ***

Read more →

Sabtu, 22 Agustus 2015

Cerpen - Ciptakan Kemerdekaanmu

,
Sore itu cuaca terlihat cerah, sembari duduk di teras rumah dengan segelas kopi yang sedari tadi menunggu untuk diseduh. Suasana cukup ramai dengan keriuhan anak-anak kompleks yang dengan tawanya berkejaran kesana kemari menikmati indahnya bermain bersama teman-temannya. Sore itu wawan sedang duduk santai di teras rumah sembari bercerita dengan ridho yang sedang asyik memetik gitarnya dan sesekali menyeduh kopi yang ada di meja.

“Wan, kamu request lagu apa ?”, Tanya ridho sembari meniup pelan kopi yang ingin dia minum.
“Kau mainkan saja lagu yang membangkitkan semangat”. Jawab wawan dengan raut wajah yang sedikit serius.
Read more →

Sabtu, 30 Mei 2015

Penikmat Warkop

,
Jarum jam tepat menunjukkan pukul 04.00 , pertanda bahwa subuh sebentar lagi menjelang. Suasana ditempat ini sudah sunyi. Hanya tersisa saya dan ryan (temanku, mantan wakil ketua saya di Humanis, bendahara di bem, dan pengusaha muda di bidangnya) yang sibuk berselancar di Internet. Yaaah kami berada di Warkop 17, sebuah warkop yang berada di depan Perumahan Telkomas di Jalan Perintis Kemerdekaan Kota Makassar.  Warkop ini telah di tutup beberapa jam yang lalu, dan sampai sekarang sisa kami bedua yang masih tinggal untuk online di bagian luar warkop ini. Bisa kalian bayangkan bagaimana kegilaan kami, menikmati dan menghabiskan waktu di warkop.
Read more →

Minggu, 08 Maret 2015

Cerpen : Rasa Yang Terlarang

,

Malam itu seperti biasanya, saya dan teman-temanku menikmati malam yang sunyi dengan penuh cerita canda dan tawa. Yaah beginilah nasib pemuda-pemuda di tanah rantau dengan penuh mimpi yang kuat di dalam dada.
Malam itu juga saya akan meninggalkan kota ini sebut saja Kota Massara untuk melaksanakan sebuah kegiatan d luar daerah, yah walaupun banyak orang yg mengatakan sangat rawan mengendarai kendaran bermotor ke daerah tersebut di malam hari tapi saya dan teman-temanku tetap akan berangkat malam ini juga. Udara dingin yg menusuk sampai ke tulang, angin yg cukup kencang, dan langit mendung yang masih setia menunggu tak menghalangi niat kami untuk berangkat malam itu.
Read more →

Jumat, 05 Desember 2014

Cerpen : Mengambil Pilihan baru setelah 14 hari menghilang.

,
Oleh : aazharm

Siang itu tak secerah biasanya, langit mendung menambah suasana yang hening. Suasana disekitarpun terlelap dengan aktivitasnya masing-masing. yaaahhh sebut saja tempat itu bernama perkampungan kami. tempat orang-orang berpengetahuan lebih katanya banyak menghabiskan waktunya.
tiba-tiba seorang lelaki dari ujung sebuah gedung, dengan tampang lusuh dan kusut, pakaian seadanya menggunakan sendal dengan tas yang selalu dia pakai dengan satu lengan dan tas yang tergantung kedepan berjalan menghampiri suatu tempat yang menjadi ruang dimana satu komunitas di perkampungan kami itu sering menghabiskan waktunya, sebut saja nama ruang itu ujung lorong lantai 2.

Read more →

Sabtu, 11 Januari 2014

CERPEN : Kedua tapi yang Pertama

,
Siang itu, suasananya sedikit ramai. Entah ada kegiatan apa tapi di sekelilingku beberapa orang berkumpul dengan aktivitasnya. Suasana yang terkadang membuatku gelisah tapi terkadang membuat nyaman dan hidup dalam kehidupan. Kuperhatikan sekeliling, tua muda lelaki perempuan semua berkumpul dan keriuhan itu. Mata yang terkadang tak mampu tinggal diam menelisik setiap orang yang berlalu lalang, mulut yang terkadang tak ingin juga menjadi pasif untuk sekedar bertegur sapa. Tiba-tiba muncul satu sosok, dengan penampilan seadanya tapi mempunyai senyum yg mempunyai makna dalam karena terlalu dalamnya sayapun tak tahu apa maksudnya. "kakak, Fall Murti yah ?" tanya dia. Mendengar petanyaan itu, pikirku dalam hati. Kenapa dia bisa tahu nama Akun ku di salah satu jejaringn sosial. Kucoba mengingat, menelusuri setiap memory internal dan eksternal yang kumiliki untuk mencoba mengingat siapa gerangan wanita yang si pemilik lesung pipi dan senyum penebar tanya di dalam sukma ini. Dia berlalu begitu saja, karena hanya kubalas senyumnya tanpa kujawab apa yang dia tanyakan. Rupanya scanning memory ingatan memunculkan satu sosok nama temanku dalam dunia maya, Lisa Permata Opick. Ku susul dia yang belum terlalu jauh, kuhampiri dengan pertanyaan "Kaukah itu sipemilik akun Lira Permata Opick", tanyaku. Lagi-lagi sebuah senyum yang kudapat beriring dengan anggukan pertanda dia mengiyakan pertanyaanku.
Read more →

Jumat, 06 Desember 2013

CERPEN : Mimpi 12 Jam di kota Melon

,
Oleh : AAzharM

Jika saja waktu tak pernah mempertemukan kita disaat itu mungkin takkan jadi seperti ini, tapi bukanlah waktu yang harus jadi alasan tapi pertemuan itu bisa saja agenda besar dari Ilahi untuk cerita yang sangat sulit dijelaskan dengan kata.
Pertemuan antara 2 manusia, antara yang lebih tua dan lebih muda, pertemuan antara kakak dan adik, atau apalah namanya. Yang jelas itu terjadi beberapa tahun yang lalu, dimana pertemuan itu tak pernah kita rencanakan sebelumnya. Yaaahhh begitu manusia tercipta memiliki rasa, rasa suka, rasa cinta, pahit, rasa segala rasa. Hahaha walaupun itu semua masih terbungkus dengan rasa ingin tahu yang lebih tinggi kemudian tingkat angin-anginan yang menjadi perekat walaupun keseriusan terselip di antara lipatan pembungkusnya.
Read more →